Pekanbaru – (jejakberitanews.com) Sejumlah penumpang maskapai Super Air Jet di Bandara Sultan Syarif Kasim II mengeluhkan keterlambatan (delay) penerbangan yang mencapai sekitar dua jam, Rabu (1/4/2026).
Keterlambatan tersebut memicu kekecewaan penumpang, terlebih karena selama masa tunggu, pelayanan dari pihak maskapai dinilai minim. Beberapa penumpang mengaku tidak mendapatkan fasilitas dasar seperti air minum.
“Sudah delay sekitar dua jam, tapi air minum pun tidak diberikan. Kami hanya disuruh menunggu tanpa kejelasan,” ungkap salah satu penumpang dengan nada kecewa.
Situasi di ruang tunggu sempat memanas lantaran informasi terkait penyebab keterlambatan dan estimasi keberangkatan dinilai tidak transparan. Penumpang berharap adanya tanggung jawab lebih dari pihak maskapai, terutama dalam hal pelayanan selama delay.
Sebelumnya, kasus keterlambatan penerbangan maskapai yang sama juga sempat terjadi di bandara ini dengan durasi hingga lima jam, yang memicu protes penumpang akibat minimnya informasi dan layanan.
Kompensasi yang Seharusnya Diberikan
Mengacu pada ketentuan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait standar pelayanan penumpang, maskapai wajib memberikan kompensasi sesuai durasi keterlambatan:
- Delay 30–60 menit: Minuman ringan
- Delay 61–120 menit (1–2 jam): Minuman dan makanan ringan (snack box)
- Delay 121–180 menit (2–3 jam): Makanan berat
- Delay di atas 180 menit: Makanan berat + kompensasi tambahan (uang tunai/voucher)
- Delay lebih dari 240 menit: Ganti rugi minimal Rp300.000 atau opsi pengembalian dana (refund)
Dengan keterlambatan sekitar dua jam, penumpang setidaknya berhak mendapatkan minuman dan makanan ringan. Namun, berdasarkan keluhan yang dihimpun, hak tersebut diduga tidak diberikan.
Desakan Transparansi dan Tanggung Jawab
Penumpang mendesak pihak Super Air Jet untuk lebih transparan dalam memberikan informasi serta memenuhi kewajiban pelayanan sesuai regulasi. Selain itu, pengawasan dari pihak otoritas bandara dan regulator juga diharapkan lebih tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak maskapai terkait penyebab keterlambatan maupun alasan tidak diberikannya kompensasi kepada penumpang.















