Home

OMP-LK24, Banjir Landa Kecamatan Bonai Darussalam, Kapolsek Lakukan Monitoring

165
×

OMP-LK24, Banjir Landa Kecamatan Bonai Darussalam, Kapolsek Lakukan Monitoring

Sebarkan artikel ini

BONAI DARUSSALAM – |JejakBeritaNews Operasi Mantap Praja Lancang Kuning 2024 (OMP-LK24), Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, menyebabkan meluapnya Sungai Rokan hingga menggenangi sejumlah desa. Kapolsek Bonai Darussalam, IPTU Romi Yendri, SH,MH, bersama jajarannya melakukan monitoring situasi bencana banjir pada Selasa (26/11/2024) mulai pukul 14.00 WIB.

Kapolres Rokan Hulu, AKBP Budi Setiyono, SIM.,MH melalui Kapolsek menerangkan, adapun Desa-Desa yang terdampak
dari hasil pemantauan, berikut adalah situasi terkini di beberapa desa terdampak antara lain, Desa Kasang Mungkal dimana akses jalan tidak terdampak, pemukiman, 53 rumah terdampak, terdiri dari Dusun I Sei Sagang (32 rumah) dan Dusun II Sei Dauhan (21 rumah), fasilitas umum 3 unit, yaitu 1 PAUD, 1 sekolah, dan 1 posyandu, kondisi aktivitas Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa,” ujar Kapolsek.

Selanjutnya Desa Sontang, untuk akses jalan Jalan Lintas Kumu – Duri KM. 252/253 tergenang air setinggi 30-50 cm, pemukiman: 35 rumah terdampak, dengan rincian Dusun II Delapan Tali (30 rumah) dan Dusun III Titian Gading (5 rumah), fasilitas umum 4 unit, terdiri dari 1 masjid, 1 PAUD, 1 musholla, dan 1 surau suluk. Desa Kasang Padang, akses jalan Tidak terdampak, pemukiman 3 rumah terdampak, fasilitas umum: 1 unit sekolah (SMA 2 Bonai),” pungkas Kapolsek lagi.

“Kemudian, Desa Rawa Makmur, Teluk Sono, Bonai, Dan Pauh, akses jalan, pemukiman, dan Fasilitas Umum, tidak ada yang terdampak, kondisi umum kecamatan Bonai Darussalam,” tambah Romy

“Lanjut IPTU Romi, secara keseluruhan, banjir menggenangi 91 rumah di wilayah ini. Selain itu, 8 fasilitas umum terdampak, terdiri dari 2 sekolah, 2 PAUD, 1 masjid, 1 musholla, 1 surau suluk, dan 1 posyandu. Jalan Lintas Kumu – Duri KM. 252/253 menjadi akses utama yang terganggu dengan ketinggian air mencapai 50 cm,” tuturnya.

“Tambah Kapolsek Bonai Darussalam mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab banjir, Meluapnya Sungai Rokan akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu, Lokasi beberapa desa yang berada di kawasan dataran rendah dan dekat aliran sungai, seperti Desa Teluk Sono, Kasang Mungkal, Kasang Padang, Sontang, dan Bonai, Tanggul perusahaan PT GSI, PT APSL, dan PT SSP setinggi ±5 meter yang menghambat aliran air menuju hilir Sungai Rokan.”

Polsek Bonai Darussalam telah mengambil sejumlah langkah untuk menangani dampak banjir, antara lain, Melakukan monitoring dan pendataan di wilayah terdampak, Memberikan imbauan kepada masyarakat di daerah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan, Mengatur lalu lintas di jalan yang terdampak banjir, Berkoordinasi dengan BPBD Rokan Hulu terkait kesiapan perahu dan posko banjir,” tutup IPTU Romi akhiri.

Monitoring situasi banjir berakhir pada pukul 16.00 WIB. Hingga laporan ini dibuat, situasi di wilayah Kecamatan Bonai Darussalam dinyatakan aman dan terkendali. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

(Humas Polres Rohul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *