Pekanbaru – (jejakberitanews.com) Dugaan praktik ilegal di tepian Sungai Siak, tepatnya di kawasan Jalan Tanjung Batu, kian menjadi sorotan. Sebuah pelabuhan yang diduga beroperasi tanpa izin resmi disebut-sebut menjadi titik masuk barang impor ilegal bernilai tinggi ke wilayah Riau.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas di lokasi tersebut tidak sekadar pelanggaran administratif, tetapi diduga telah berkembang menjadi jalur penyelundupan yang terorganisir. Bahkan, muncul indikasi adanya perlindungan dari oknum aparat, yang menyebabkan kegiatan tersebut berlangsung tanpa hambatan berarti.
Jalur Tidak Resmi Diduga Masih Aktif
Sejumlah sumber di lapangan mengungkapkan, jalur distribusi yang digunakan diduga melalui rute Malaysia – Selatpanjang – Pekanbaru, memanfaatkan perairan Selat Malaka.
Dua kapal, yakni KLM BERLIN dan KLM BERKAT, disebut kerap digunakan sebagai armada pengangkut. Kapal-kapal tersebut diduga tidak bersandar di pelabuhan resmi, melainkan di lokasi yang minim pengawasan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan di wilayah perairan tersebut.
Muatan Diduga Ilegal Bernilai Tinggi
Barang yang diduga masuk melalui jalur ini bukan barang biasa. Berdasarkan informasi yang diperoleh, muatan tersebut antara lain:
* Karpet premium impor asal Turki
* Suku cadang kendaraan mewah seperti Ferrari, Mercedes-Benz, dan BMW
* Rokok tanpa pita cukai
Barang-barang tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian negara dari sisi pajak dan bea masuk.
Dugaan Keterlibatan Sejumlah Pihak
Pelabuhan tersebut disebut dikelola oleh seorang berinisial T. Sementara distribusi barang diduga terkait dengan pihak lain berinisial I, dan aktivitas lapangan disebut diawasi oleh seseorang berinisial Y.
Selain itu, beredar informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat, baik dari unsur pengawasan laut maupun kepabeanan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Jika terbukti, praktik ini berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran serius, termasuk penyelundupan dan peredaran barang ilegal secara terorganisir.
Desakan Penindakan dan Audit Menyeluruh
Meningkatnya aktivitas tersebut memicu reaksi publik. Aparat penegak hukum didesak untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk:
* Pemeriksaan terhadap kapal KLM BERLIN dan KLM BERKAT
* Penelusuran jalur distribusi barang
* Audit terhadap aktivitas pelayaran di Sungai Siak
Publik juga meminta agar tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum, termasuk jika ditemukan keterlibatan oknum aparat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.















