Pekanbaru – (jejakberitanews) Dugaan aktivitas pelabuhan ilegal di tepian Sungai Siak, tepatnya di kawasan Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Rumbai Pesisir, kembali menjadi sorotan publik. Meski pemberitaan sebelumnya telah mencuat ke permukaan pada Jum’at 27 Maret 2026 , hingga kini belum terlihat adanya langkah tegas dari pihak Bea Cukai maupun instansi berwenang lainnya.
Pantauan terbaru di lokasi, sejumlah kapal kayu berukuran besar masih tampak bersandar di tepian sungai.
Aktivitas bongkar muat diduga tetap berlangsung secara tertutup dan minim pengawasan. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa jalur tidak resmi tersebut masih aktif digunakan sebagai pintu masuk barang ilegal ke wilayah Pekanbaru.
Aktivitas Berjalan Tanpa Hambatan
Sumber di lapangan menyebutkan, kapal-kapal yang diduga kerap digunakan, seperti KLM BERLIN dan KLM BERKAT, masih terlihat beroperasi di sekitar lokasi. Kapal tersebut disebut tidak melalui pelabuhan resmi, melainkan langsung bersandar di titik-titik yang sulit dijangkau pengawasan.
“Sejauh ini aktivitasnya seperti biasa, tidak ada perubahan berarti. Seolah-olah tidak tersentuh,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait efektivitas pengawasan di perairan strategis seperti Sungai Siak, yang seharusnya berada dalam kontrol ketat aparat terkait.
Dugaan Kebocoran Informasi
Minimnya tindakan dari petugas yang berwenang memunculkan spekulasi adanya kebocoran informasi atau bahkan pembiaran. Tidak sedikit pihak menduga, setiap kali isu ini mencuat, aktivitas hanya mereda sementara sebelum kembali berjalan normal.
Indikasi tersebut memperkuat dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang memberikan perlindungan terhadap praktik ilegal ini.
Potensi Kerugian Negara
Jika dugaan ini benar, maka potensi kerugian negara dinilai sangat besar. Barang-barang yang diduga masuk melalui jalur ini, seperti karpet impor premium, suku cadang kendaraan mewah, hingga rokok tanpa pita cukai, memiliki nilai ekonomi tinggi dan seharusnya dikenakan bea masuk serta pajak resmi.
Tanpa pengawasan dan penindakan, praktik ini berpotensi merusak sistem perdagangan yang sah serta merugikan pelaku usaha yang taat aturan.
Desakan Publik Kian Menguat
Masyarakat kini semakin vokal mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Transparansi dan tindakan nyata dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Beberapa langkah yang kembali didorong antara lain:
* Penindakan langsung di lokasi pelabuhan yang diduga ilegal
* Pemeriksaan kapal-kapal yang terlibat
* Penelusuran jalur distribusi hingga ke penerima barang
* Investigasi internal jika terdapat dugaan keterlibatan petugas yang berwenang
“Kalau terus dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk. Negara bisa kalah oleh praktik ilegal,” ujar seorang warga sekitar.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita lanjutan ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bea Cukai mengenai tindak lanjut dari dugaan tersebut.
Awak media menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengungkap fakta-fakta yang ada, demi memastikan tidak ada ruang bagi praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
Penulis: Aldo















