AdvertorialBengkalisBeritaPemerintahan

Tekan Stunting, Bupati Kasmarni Siapkan 99 Satuan Pelayanan Gizi di Kabupaten Bengkalis

4
×

Tekan Stunting, Bupati Kasmarni Siapkan 99 Satuan Pelayanan Gizi di Kabupaten Bengkalis

Sebarkan artikel ini

Bengkalis, (jejakberitanews) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis memperkuat arsitektur perlindungan kesehatan masyarakat lewat ekspansi infrastruktur gizi. Bupati Bengkalis, Kasmarni, menerima audiensi resmi dari jajaran pimpinan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Pekanbaru guna mensosialisasikan percepatan program kerja pemenuhan nutrisi di Hotel Susuka Duri, Kecamatan Mandau, Senin (15/6/2026).

Pertemuan taktis ini didesain untuk menyelaraskan cetak biru program strategis pusat dan daerah dalam mengintervensi kualitas gizi kelompok rentan, khususnya ibu hamil, anak bawah lima tahun (balita), serta peserta didik usia sekolah demi memutus mata rantai stunting secara berkelanjutan.

“Kami memberikan garansi dukungan penuh terhadap implementasi program ini di seluruh klaster daerah. Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan modalitas utama dan fondasi paling krusial dalam mencetak indeks pembangunan manusia (IPM) yang unggul serta kompetitif di masa depan. Pemkab Bengkalis siap bergerak simultan di lapangan,” tegas Bupati Kasmarni.

Dalam penjelasannya, Kasmarni memaparkan capaian ekspansif mengenai ketersediaan fasilitas penunjang gizi yang telah teregistrasi secara administratif di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis.

Peta sebaran dan progres fisik pos pelayanan tersebut meliputi fasilitas terdaftar, saat ini telah terdata sebanyak 99 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bengkalis, di mana mayoritas unit telah menyelesaikan pemenuhan persyaratan standar operasional nasional.

Lalu, Penetrasi Wilayah Terluar (3T), dimanapemerintah daerah sedang memproses usulan pembangunan 28 titik SPPG baru yang dikonsentrasikan khusus pada kawasan Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), serta fase pengadaan logistik, sebanyak 28 pos wilayah 3T tersebut saat ini berada pada tahap konstruksi fisik serta pemenuhan pengadaan sarana perlengkapan medis pendukung.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Pekanbaru, Dr. Syartiwidya, menjelaskan bahwa penempatan pos SPPG di tingkat akar rumput dirancang sebagai perpanjangan tangan dinas teknis untuk mempercepat rantai distribusi makanan bergizi bagi warga.

Fasilitas ini juga difungsikan sebagai pusat edukasi makro bagi masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi pangan dan diet berimbang. Melalui rangkaian sosialisasi ini, lembaga terkait berharap terbangun kolaborasi horizontal yang kokoh dengan jajaran dinas kesehatan, kader posyandu, dan pemerintah desa agar seluruh stimulus pemenuhan gizi dapat menyentuh realisasi target sasaran secara presisi.(Inf)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *