PANGKALANKERINCI (jejakberitanews.COM) – DPRD Pelalawan menggelar Sidang Paripurna Istimewa hari jadi Kabupaten Pelalawan ke-27 tahun 2026 di Gedung DPRD Pelalawan, Sabtu (12/10/2026). Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pelalawan H Syafrizal SE didampingi Wakil Ketua I, Baharudin SH MH dan Wakil Ketua II, Tengku Azriwardi ST.
Dimana para pimpinan DPRD Pelalawan ini memaparkan perjalanan Kabupaten Pelalawan sejak dimekarkan dari kabupaten induk atau Kabupaten Kampar pada tanggal 12 Oktober tahun 1999 hingga 2026 atau berusia 27 tahun lalu.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pelalawan H Syafrizal SE mengatakan bahwa, dalam usia Kabupaten Pelalawan ke-27 tahun ini, telah banyak kemajuan pembangunan. Keberhasilan tersebut bukan semata-mata peran aparatur pemerintah saja, melainkan secara partisipasi dan dukungan pihak legislatif (DPRD,red) beserta seluruh elemen masyarakat di wilayah ini.
Tidaklah berlebihan jika dikatakan sampai saat ini Pemkab Pelalawan dapat mengejar ketinggalan sehingga mampu sejajar dengan kabupaten lain yang lebih dahulu maju.
“Kami berharap keharmonisan dan kerjasama ini dapat terjalin dan terus terbina dengan baik. Jadi, mari kita bersama-sama bertekad dari hati kecil, untuk dapat memberikan apa yang terbaik bagi kehidupan masyarakat serta kelangsungan pembangunan Kupaten Pelalawan ini,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Pelalawan, H Zukri mengatakan bahwa, Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27 ini pihaknya mengusung tema “Mo La, Awak Bangun Pelalawan”. Tema ini melambangkan bentuk ajakan membangun komitmen kolektif pemerintah dan masyarakat untuk bersinergi, bekerja keras, dan bergotong-royong dalam mewujudkan Kabupaten Pelalawan yang Menawan. Tema ini juga merupakan sebuah bisikan kekeluargaan.
Melalui ajakan Mo la, Awak Bangun Pelalawan kita ingin menyampaikan pesan bahwasanya Negeri ini ibarat Rumah yang harus dirawat dan dijaga untuk menciptakan kedamaian dan kenyamanan sehingga pembangunan merupakan ajakan hangat dari hati ke hati,” bebernya.
Bupati Pelalawan, H Zukri bersama kepala OPD Pemkab Pelalawan usai menghadiri apel HUT ke-27 Pelalawan di kantor Bupati Pelalawan, Senin (12/10/2026).(M Amin Amran/Riaupos.co)
Dijelaskannya bahwa, Pemkab Pelalawan patut bersyukur di tengah berbagai keadaan yang tidak terlalu menguntungkan belakangan ini. Pasalnya, Pemerintah daerah masih bisa melaksanakan pembangunan di berbagai bidang dengan prioritas utama meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Berbagai kemajuan pembangunan yang selama ini diaksanakan, telah berdampak terhadap peningkatan capaian Indikator Makro Pembangunan tahun 2025/2026.
Seperti pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pelalawan tahun 2025 sebesar 4,96%, kondisi ini lebih baik dari rata-rata Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau yakni sebesar 4,74 %. 2. Angka Kemiskinan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan, pada tahun 2024 sebesar 8,49% menjadi sebesar 7,24% tahun 2025.
Kemudian angka Kemiskinan Ekstrim menurun, dimana pada tahun 2025 sebanyak 188 KK (906 jiwa) dan pada tahun 2026 ini turun menjadi 99 KK (458 Jiwa). Serta Tingkat Pengangguran Terbuka penduduk Kabupaten Pelalawan saat ini sebesar 2,42% lebih rendah dari rata-rata Tingkat Pengganguran Terbuka Provinsi Riau yakni 4,06%.
Kemudian Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pelalawan meningkat dari angka 75,25 poin tahun 2024 menjadi 75,80 poin tahun 2025 dan masuk kategori tinggi di Provinsi Riau. Indeks Gini Ratio (Ketimpangan Pendapatan) sebesar 0,280poin tahun 2024, menurun menjadi sebesar 0,264 poin pada tahun 2025. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 71,72 poin tahun 2024, menjadi 74,18 poin pada tahun 2025. Dan terakhir, nilai Investasi Kabupaten Pelalawan Tahun 2025 sebesar 8,252 Triliun sedangkan pada tahun 2026 semester 1 sebesar 3,645 Triliun,” tuturnya.
Ditambahkan Zukri bahwa, Pemkab Pelalawan menyadari betul bahwa program pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif melalui dukungan semua 12pihak. Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk menekan angka kemiskinan. Diantaranya melaksanakan Program bantuan kepada Anak Yatim sebanyak 5.762 orang dengan alokasi anggaran sebesar 16,886 Milyar. Bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yatim dan miskin dalam bentuk bantuan seragam sekolah, masing-masing sebanyak Dua Stel.
Pada tahun 2026 bantuan seragam sekolah tingkat SD sebanyak 2.600 siswa dan tingkat SMP sebanyak 1.600 siswa dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,428 miliar. Memberikan Bantuan 500 orang lansia sebesar Rp1,5 miliar serta memberikan bantuan 500 orang lansia sebesar Rp1,5 miliar. Melakukan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 26 unit dengan anggaran Rp2,1 miliar melalui dukungan APBD.
Program ini juga didukung Baznas dan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari APBN dimana Kabupaten Pelalawan akan menerima alokasi lebih kurang 422 unit rumah. Memberikan bantuan bidang pertanian dan perikanandengan anggaran sebesar lebih kurang Rp2 miliar. Dan memberikan bantuan kredit usaha bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah subsidi bunga 0%.
Dan terakhir, penguatan verifikasi dan validasi data kemiskinan terintegrasi langsung dalam Aplikasi Klik Pelalawan sehingga dapat menjadi acuan yang tepat sasaran dalam melakukan intervensi kebijakan dan program pembangunan,” ujarnya.
Ditambahkan Zukri bahwa, Pemerintah Daerah juga telah meraih keberhasilan capaian pembangunan. Yakni meningkatnya kualitas mutu Bidang Pendidikan, dengan terus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, baik Ruang Kelas Baru, penambahan meubeler dan sarana pendukung lainnya.
Melalui dukungan Pemerintah Pusat Tahun 2026 dialokasikan Bantuan Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan sebanyak 68 sekolah dengan anggaran sebesar Rp42,902 miliar, dengan rincian tingkat PAUD sebanyak 39 sekolah dengan anggaran sebesar Rp15,828 miliar, Tingkat SD sebanyak 20 sekolah dengan anggaran sebesar Rp17,795 miliar dan tingkat SMP sebanyak 9 sekolah dengan anggaran sebesar Rp9,279 miliar.
“Pemerintah Daerah juga terus berupaya mengusulkan dan menyiapkan Readyness Criteria Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi ke Kementerian terkait agar dapat dibangun di Kabupaten Pelalawan. Selain itu saat ini kita juga sedang dalam penyiapan Sekolah Pelalawan Boarding School (PBS) di Kawasan Teknopolitan yang merupakan inisiatif pendidikan sosial yang digagas untuk menyediakan akses pendidikan yang layak, terpadu, dan berasrama bagi anak yatim dan siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pelalawan.”
“Program ini dilatarbelakangi oleh masih adanya masyarakat miskin dan kelompok rentan yang menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas. Sehingga kedepan tidak kita temukan anak putus sekolah.”
“Bersempena dengan ulang tahun Kabupaten Pelalawanke-27 ini, kami menghaturkan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak dan berbagai institusi baik di daerah maupun pusat yang selama ini menjadi Mitra dan Jaringan kerjasama pembangunan, sehingga Kabupaten Pelalawan dapat berhasil dan maju seperti saat ini,” tutupnya.















