BeritaKamparRiau

PT ASS, Pilar Ekonomi dan Sosial di Tengah Masyarakat: Antara Industri dan Kepedulian

27
×

PT ASS, Pilar Ekonomi dan Sosial di Tengah Masyarakat: Antara Industri dan Kepedulian

Sebarkan artikel ini

[Kampar]—(jejakberitanews) Di tengah geliat industri pengolahan kelapa sawit di Indonesia, PT ASS menegaskan diri bukan sekadar pabrik berondolan. Perusahaan yang beroperasi di wilayah [Pantai Raja] ini telah menjelma menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

Sejak berdirinya, PT ASS membuka peluang kerja luas bagi warga lokal. Lebih dari separuh tenaga kerja perusahaan berasal dari desa-desa di sekitar pabrik. Kebijakan ini bukan hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap keberadaan industri di wilayah mereka.

Kami berkomitmen agar kehadiran PT ASS benar-benar membawa manfaat bagi warga. Setiap aspirasi masyarakat kami dengarkan, dan setiap persoalan kami upayakan solusinya bersama,” ujar Fachriadi, Manager PT ASS, saat ditemui di area pabrik.

Bagi Fachriadi, konsep tanggung jawab sosial bukan sekadar jargon korporasi, melainkan wujud nyata kemitraan antara industri dan masyarakat. Di sela kesibukan operasional pabrik, pihak manajemen rutin menggelar dialog terbuka dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Tujuannya jelas: memastikan bahwa kegiatan industri berjalan seiring dengan keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan.

Selain menyerap tenaga kerja lokal, PT ASS juga aktif melaksanakan program bakti sosial di berbagai bidang. Mulai dari kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian bantuan pendidikan, hingga dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa. Dalam beberapa kesempatan, perusahaan juga turun langsung membantu warga saat terjadi bencana alam di sekitar wilayah operasi.

Kami selalu mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Komunikasi dengan warga menjadi hal yang utama agar tidak ada jarak antara perusahaan dan lingkungan sekitar,” tambah Haris, Humas PT ASS. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci mengapa hubungan antara perusahaan dan masyarakat tetap harmonis hingga kini.

Sikap terbuka itu juga dirasakan langsung oleh warga sekitar. “Kami merasa didengar. Kalau ada keluhan, pihak perusahaan cepat tanggap. Banyak warga sini yang bekerja di pabrik, jadi ekonomi kampung juga ikut jalan,” ujar salah satu warga desa yang enggan di sebutkan namanya.

Dalam lanskap industri sawit yang kerap menghadapi isu sosial dan lingkungan, pendekatan PT ASS menjadi contoh bagaimana perusahaan bisa tumbuh tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan. Keberhasilan menjaga keseimbangan antara profit dan kepedulian sosial menjadi bukti bahwa industri berkelanjutan bukan sekadar impian.

Dengan visi “Bersama Maju untuk Masyarakat”, PT ASS bertekad melanjutkan kiprah sosialnya sebagai mitra pembangunan daerah. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Karena tanpa dukungan mereka, perusahaan tidak akan bisa berjalan sejauh ini,” tutup Fachriadi

 

Penulis : ALDO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *