PEKANBARU — (jejakberitanews.com) Kepala BNN Kota Pekanbaru, Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H., menegaskan pentingnya membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika sejak berada di lingkungan pendidikan.
Hal itu disampaikan Wawan saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna STP Riau tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.
Dalam pemaparannya, Wawan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perkembangan permasalahan narkotika, termasuk munculnya New Psychoactive Substances (NPS) yang semakin beragam dan berpotensi menyasar generasi muda.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan zat melalui rokok elektrik atau vape.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa BNN telah melakukan pengujian terhadap 1.745 sampel cairan vape. Dari jumlah tersebut, 1.716 sampel dinyatakan positif mengandung zat berbahaya, di antaranya synthetic cannabinoid, metamfetamin dan etomidate.
Wawan menekankan, perkembangan modus penyalahgunaan narkotika tersebut harus menjadi perhatian serius, khususnya di kalangan mahasiswa yang berada pada usia produktif.
“Mahasiswa jangan sampai menjadi sasaran penyalahgunaan narkotika dalam bentuk apa pun. Ancaman narkoba terus berkembang, sehingga pengetahuan dan ketahanan diri harus diperkuat sejak dini,” tegas Wawan.
Menurutnya, persoalan narkotika bukan hanya menyangkut masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Penyalahgunaan narkotika dapat menghambat potensi generasi muda dan menjadi ancaman terhadap optimalisasi bonus demografi Indonesia.
Karena itu, Kepala BNN Kota Pekanbaru mengajak mahasiswa baru STP Riau menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkotika.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis. Jadilah generasi yang mampu memberikan pengaruh positif kepada teman, keluarga dan masyarakat. Jangan beri ruang bagi narkotika berkembang di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
BNN Perkuat Pencegahan dari Hulu
Wawan menjelaskan bahwa dalam penanggulangan permasalahan narkotika, BNN terus memperkuat strategi dari sisi hulu melalui lima pilar utama, yaitu pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan dan kolaborasi.
Strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya penguatan Integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (IKAN), peningkatan akses layanan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekosistem Bersinar (Bersih Narkoba) di berbagai lingkungan.
Ia juga menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kampus, kata Wawan, tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter, literasi, inovasi dan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai ancaman narkotika.
Melalui kuliah umum yang digelar Selasa, 8 September 2026, tersebut, Wawan berharap mahasiswa STP Riau mampu menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan narkotika.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan agar tetap sehat, aman dan bersih dari narkotika. Generasi muda hari ini adalah bagian penting dari masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kepala BNN Kota Pekanbaru, Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H.















