BeritaPekanbaru

Tak Menghisap, Tetap Positif! Dokter Jelaskan Risiko Terpapar Asap Ganja

16
×

Tak Menghisap, Tetap Positif! Dokter Jelaskan Risiko Terpapar Asap Ganja

Sebarkan artikel ini
Screenshot

PEKANBARU, jejakberitanews.com – Razia gabungan yang dilakukan aparat di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Pekanbaru pada Minggu (24/5/2026) dini hari mengungkap temuan mengejutkan. Sebanyak 13 orang yang diamankan dinyatakan positif narkoba jenis Etomidate. Salah satunya disebut merupakan anak seorang pejabat daerah di Provinsi Riau.

Dari hasil pemeriksaan, 13 orang tersebut terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan yang berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, dan Pelalawan. Mereka masing-masing berinisial KS (32), RR (22), GSA (21), PT (28), AF (21), MAY (24), IMF (22), MA (22), NR (23), SAP (23), SA (23), dan ALS (23).

Selain positif Etomidate, tiga orang lainnya juga dinyatakan positif ganja. Namun menariknya, satu dari tiga orang tersebut disebut tidak mengonsumsi ganja secara langsung atau hanya terpapar secara pasif.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, orang tersebut berada di dalam toilet sempit dan tertutup bersama dua orang yang sedang mengisap ganja. Dalam kondisi ventilasi minim dan ruangan dipenuhi asap, paparan tersebut diduga menjadi penyebab hasil tes narkoba menunjukkan positif.

Dokter Jelaskan Risiko Paparan Pasif

Dokter Spesialis Paru, dr Indra Yopi, menjelaskan bahwa seseorang memang bisa dinyatakan positif narkoba meskipun tidak menghisap ganja secara langsung.

“Seperti asap rokok biasa, seseorang bisa terpapar jika menghirup asap di ruangan tertutup. Pada tes narkoba, hasilnya juga bisa positif meskipun dia bukan pengguna aktif,” ujar dr Indra Yopi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, paparan asap ganja dalam ruangan tertutup dengan ventilasi buruk dapat menyebabkan zat THC masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan.

Ia menambahkan, efek paparan tersebut tidak berlangsung permanen dan akan hilang seiring waktu.

“Kalau di rambut bisa terdeteksi sampai sekitar satu bulan, sedangkan di urine sekitar dua minggu. Untuk kembali negatif tinggal menunggu proses alami tubuh,” jelasnya.

Dr Indra Yopi juga menegaskan bahwa seseorang tidak perlu berada terlalu lama di dalam ruangan berasap untuk mengalami paparan pasif.

“Sebentar saja bisa terpapar, terutama jika berada di toilet, mobil, atau ruangan kecil tanpa sirkulasi udara yang baik,” tambahnya.

Edukasi untuk Masyarakat: Paparan Pasif Tetap Berisiko

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa asap ganja bukan hanya berbahaya bagi pengguna aktif, tetapi juga dapat berdampak pada orang di sekitarnya.

Berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui masyarakat:

1. Paparan Pasif Bisa Memicu Hasil Tes Positif

Menghirup asap ganja di ruangan tertutup memungkinkan zat THC masuk ke dalam tubuh meskipun seseorang tidak ikut mengonsumsi.

2. Risiko Lebih Tinggi di Ruangan

Tertutup

Paparan lebih berbahaya jika terjadi di:

  • Toilet umum tertutup
  • Mobil dengan kaca tertutup
  • Ruangan kecil tanpa ventilasi
  • Tempat hiburan dengan sirkulasi udara buruk

3. Durasi Paparan Tidak Harus Lama

Paparan singkat tetap dapat memengaruhi hasil tes, terutama jika asap dalam ruangan cukup pekat.

4. Jauhi Lingkungan Berisiko

Masyarakat diimbau untuk menghindari berada dalam satu ruangan dengan pengguna narkotika demi menjaga kesehatan dan menghindari konsekuensi hukum maupun sosial.

5. Narkoba Mengancam Masa Depan

Selain berdampak pada kesehatan fisik dan mental, penyalahgunaan narkotika juga dapat merusak karier, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

Aparat kepolisian terus mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dalam bentuk apa pun serta berani melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *