PEKANBARU, RIAU — (jejakberitanews.com) Kepala BNN Kota Pekanbaru, Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H., hadir memberikan kuliah umum kepada 983 mahasiswa baru Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula Universitas Hang Tuah Pekanbaru tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Dari total 983 mahasiswa yang mengikuti kegiatan, sebanyak 435 mahasiswa hadir secara tatap muka, sementara 548 mahasiswa lainnya mengikuti secara daring.
Dalam kuliah umum tersebut, Kombes Pol. Dr. Wawan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan permasalahan narkotika di lingkungan pendidikan.
Kehadiran Kepala BNN Kota Pekanbaru menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang. Mahasiswa juga didorong agar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi turut menjadi bagian dari gerakan pencegahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah perkembangan New Psychoactive Substances (NPS) serta modus penyalahgunaan zat berbahaya melalui rokok elektrik atau vape.
Dalam pemaparannya disebutkan, BNN telah melakukan pengujian terhadap 1.745 sampel cairan vape. Hasilnya, sebanyak 1.716 sampel dinyatakan positif mengandung zat berbahaya, di antaranya synthetic cannabinoid, metamfetamin, dan etomidate.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkotika terus berkembang dengan modus dan bentuk yang semakin beragam. Karena itu, mahasiswa dinilai perlu memiliki pengetahuan dan kewaspadaan agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang.
Narkoba Ancam Kualitas Generasi Muda
Kombes Pol. Dr. Wawan menekankan bahwa persoalan narkotika tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia.
Penyalahgunaan narkotika dapat menghambat potensi generasi muda dalam berprestasi dan pada akhirnya berpengaruh terhadap upaya mengoptimalkan bonus demografi Indonesia.
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dibutuhkan generasi muda yang sehat, berintegritas, memiliki keterampilan serta mampu memberikan kontribusi positif dan produktif bagi bangsa.
Karena itu, perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman narkotika menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas manusia Indonesia.
BNN juga terus memperkuat strategi penanggulangan narkotika dari sisi hulu melalui lima pilar utama, yakni pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.
Strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk penguatan Integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (IKAN), peningkatan akses layanan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekosistem Bersinardi berbagai lingkungan.
Kampus Diminta Jadi Benteng Pencegahan Narkotika
Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kampus tidak hanya dituntut menjadi tempat mahasiswa menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun literasi, riset, inovasi serta ketahanan diri mahasiswa terhadap berbagai ancaman narkotika.
Di hadapan mahasiswa baru Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Kepala BNN Kota Pekanbaru mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam gerakan pencegahan narkotika.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi penyampai pesan positif mengenai bahaya narkotika kepada teman sebaya, keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dengan keterlibatan aktif generasi muda serta dukungan seluruh elemen bangsa, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman dan bersih dari narkotika diharapkan semakin kuat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.















